PUSAT INFORMASI

Berita, informasi, dan siaran pers terkini dari INA

Transisi Energi dan Layanan Kesehatan Menghadirkan Peluang Utama di Indonesia
January 20, 2025

Transisi Energi dan Layanan Kesehatan Menghadirkan Peluang Utama di Indonesia

Baca selengkapnya

Berita Seputar INA

Berhasil Tekan Utang, Hutama Karya Jamin Tak Pengaruhi PSN

Berhasil Tekan Utang, Hutama Karya Jamin Tak Pengaruhi PSN

PT Hutama Karya (HK) telah membangun sekitar 1.030 km jalan tol di Indonesia dalam dekade terakhir, didukung oleh Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar IDR131,14 triliun sejak 2015. Meskipun menerima PMN yang besar, beban keuangan HK meningkat, dengan utang melonjak 958,46% sejak 2014, mencapai IDR 53,11 triliun pada 2023. Sepanjang 2023, PT Hutama Karya (HK) berhasil menurunkan utangnya menjadi IDR 53,11 triliun, turun 24,70% dari tahun sebelumnya, berkat kerja sama investasi dengan Indonesia Investment Authority (INA) dan dukungan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk proyek Strategis Nasional. Pada semester I-2024, HK mencatat laba bersih IDR 396 miliar, meningkat signifikan dari IDR 34 miliar pada periode yang sama tahun lalu, dengan total aset naik 2.732% sejak 2014. Perusahaan terus tumbuh positif berkat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera dan selektif dalam memilih proyek berkualitas.
INA Melihat Peluang yang Berkembang di Infrastruktur Pasar Berkembang

INA Melihat Peluang yang Berkembang di Infrastruktur Pasar Berkembang

Meskipun alokasi ke pasar berkembang dapat membawa risiko tambahan, pemilik aset seperti GIC dan INA menambah investasi mereka yang sudah substansial dalam pendanaan infrastruktur. Dana kekayaan kedaulatan global telah menjadi kekuatan signifikan dalam pendanaan proyek infrastruktur utama di seluruh wilayah Asia. GIC memperkirakan bahwa kebutuhan investasi infrastruktur global diperkirakan mencapai sekitar USD 70 triliun antara sekarang hingga tahun 2040. Investasi terbaru mereka di sektor ini mendukung perluasan jaringan jalan tol di Indonesia. Investasi sebesar USD 1 miliar, yang dilakukan bersama dengan Metro Pacific Tollways Corporation, adalah untuk 35% saham di Jasamarga Transjawa Tol (JTT), anak perusahaan dari operator jalan tol milik negara Indonesia, PT Jasa Marga. JTT adalah jaringan 13 jalan tol di provinsi Jawa Barat, Tengah, dan Timur.
Kelola Dana Investor, Yayasan Kehati dan Indonesia Investment Authority (INA) Mencari Perusahaan Berdampak

Kelola Dana Investor, Yayasan Kehati dan Indonesia Investment Authority (INA) Mencari Perusahaan Berdampak

Semakin banyak investor yang menjadikan dampak lingkungan dan sosial perusahaan sebagai syarat utama dalam menerima dana, mendorong lembaga pengelola investasi seperti Indonesia Investment Authority (INA) dan Yayasan Kehati untuk fokus pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Yayasan Kehati, melalui pembentukan indeks SRI-Kehati bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2009, bertujuan meningkatkan kesadaran dan penerapan ESG di kalangan emiten untuk menarik aliran dana investasi yang berkelanjutan. “Jadi yang kita lihat, bukan hanya sektor atau size, tetapi juga impact ” kata Chief Risk Officer Indonesia Investment Authority (INA). Sebagai sovereign wealth fund, INA bekerja sama dengan investor besar untuk menanamkan modal di berbagai sektor, termasuk energi hijau dan transformasi, infrastruktur jalan tol dan pelabuhan, serta infrastruktur digital dan kesehatan. Dua hal yang harus di pertimbangkan dalam investasi adalah; dampak yang terukur dan return dalam pengembalian dana.
Indonesia Investment Authority (INA) Tingkatkan Fokus pada Investasi Hijau

Indonesia Investment Authority (INA) Tingkatkan Fokus pada Investasi Hijau

Indonesia Investment Authority (INA), sovereign wealth fund milik Indonesia, sedang mencari investor luar negeri untuk memperdalam fokusnya pada investasi hijau. Chief Risk Officer INA Thomas Sugiarto Oentoro mengatakan bahwa INA sedang meninjau beberapa peluang dalam investasi hijau. INA sebelumnya telah berinvestasi di perusahaan panas bumi Indonesia PT Pertamina Geothermal Tbk. INA, bersama dengan perusahaan energi terbarukan Abu Dhabi Masdar, mengakuisisi 20% saham di Pertamina Geothermal pada bulan Februari tahun lalu seharga USD 480 juta. Selain energi panas bumi, INA juga sedang meninjau tenaga surya dan solusi berbasis alam seperti restorasi mangrove. INA akan langsung berinvestasi dalam proyek-proyek berkelanjutan atau hijau bersama dengan investor asing dari wilayah seperti AS, Eropa, dan Timur Tengah.
Investasi Berdampak Mulai Berkembang di Indonesia

Investasi Berdampak Mulai Berkembang di Indonesia

Investasi berdampak atau dikenal dengan impact investment menjadi fokus banyak investor saat ini. Komisaris Independen PT Danareksa (Persero) dan Komisaris PT Trimegah Asset Management Ariani Vidya Sofjan mengatakan, investasi berdampak (ESG) sudah lama diterapkan di Eropa dan negara-negara maju. Salah satu contoh utama adalah Indonesia Sovereign Fund atau INA (Indonesia Investment Authority) yang memasukkan ESG dalam pertimbangan investasinya. Investasi berdampak merupakan strategi yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan finansial bersamaan dengan manfaat sosial atau lingkungan yang terukur. Investor menginvestasikan uang mereka pada perusahaan, organisasi, dan proyek yang menangani masalah mendesak seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan ketidaksetaraan.
Mandiri : Masa Transisi Investasi Kondusif, Tak Terbitkan SBN Baru, MIND ID bisa IPO

Mandiri : Masa Transisi Investasi Kondusif, Tak Terbitkan SBN Baru, MIND ID bisa IPO

PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) memperkirakan iklim investasi pada semester kedua 2024 ini tetap kondusif, dan berpotensi memberikan peluang imbal hasil yang optimal bagi investor. Pada acara "Mandiri Investasi Market Outlook 2024", Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki program jangka panjang untuk mendorong transformasi ekonomi di Indonesia, seperti renewable energy dan hilirisasi tambang. Kementerian BUMN telah menyiapkan roadmap jangka panjang yang memberikan arah bagi BUMN untuk dapat menjadi engine bagi transformasi ekonomi Indonesia sepuluh tahun ke depan, yang berfokus pada beberapa sektor-sektor utama seperti sektor digital, ekonomi hijau, infrastruktur dan social inclusion. Lebih lanjut, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo juga menyampaikan bahwa model investasi di BUMN tidak hanya melalui capital market. Tetapi juga melalui private deals. Selain itu, bersama dengan Indonesia Investment Authority (INA), BUMN sedang membangun ekosistem investasi yang sifatnya private investments dengan global strategic investors.